Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Tradisi. Show all posts

Monday, December 30, 2013

Tradisi Unik " Adu Jotos " Menjelang Tahun Baru

Ada tradisi unik perayaan tahun baru di negara peru, tradisi itu adalah tradisi adu jotos untuk melampiaskan semua uneg - uneg sepanjang tahun.

Walaupun adu jotos, tradisi unik Takanuy ini tidak sampai menimbulkan perkelahian, sebaliknya masyarakat disana percaya bahwa tradisi Takanuy dapat mempererat hubungan.

Tradisi Unik Takanuy diadakan menjelang tahun baru, diharapkan mereka yang mengikuti tradisi unik ini dapat melampiaskan semua amarah dan dapat menghadapi tahun yang baru dengan lebih baik.
foto : cnn.com
Tradisi unik yang dsebut Takanuy ini di ikuti tidak hanya oleh kaum pria dewasa, wanita dan anak-anak pun bisa ikut serta.
 

Sunday, December 15, 2013

6 Tradisi Natal Paling Unik di Dunia

Natal menjadi pembuka untuk liburan akhir tahun. Jika melakukan traveling ke luar negeri, turis akan melihat tradisi Natal tak sekadar warna-warni pohon Natal dan Sinterkla. Beberapa negara punya tradisi Natal yang unik.
 
Berikut aneka tradisi Natal unik di dunia. Kalau liburan akhir tahun ke negara-negara ini, alami sendiri aneka tradisi uniknya:

1. Krampus, Austria

Saat Natal, tradisi anak-anak di dunia adalah menunggu Sinterklas mengirimkan hadiah lewat cerobong asap. Berbanding terbalik dengan citra baik Sinterklas, beberapa negara di Eropa punya tradisi Krampus Night yang horor.

Krampus dipercaya sebagai kembaran Sinterklas. Tugasnya adalah memukuli dan memberi pelajaran kepada anak-anak nakal di seluruh dunia. Pada 5 Desember tiap tahunnya, para lelaki mengenakan kostum setan yang mengerikan. Sambil mabuk, mereka berlarian di seluruh penjuru kota dan memukuli orang sekenanya menggunakan tongkat.

Selain Austria, Krampus Night juga digelar di beberapa negara seperti Hungaria, Bavaria, dan Slovenia. Tradisi ini berawal dari wilayah sekitar Pegunungan Alpen.

2. Caganer, Spanyol

Kalau merayakan Natal di Spanyol, Portugal, dan Italia, mungkin Anda tak hanya akan melihat patung Yesus dan Bunda Maria. Ada Caganer, atau 'shitter' dalam bahasa Inggris, sebuah figurine orang sedang buang air besar.

Caganer adalah figurine kecil berbentuk manusia sedang membuka celana, dan kotoran alias fesesnya tampak di bagian belakang. Biasanya Caganer disimpan di pojok meja. Tradisi Caganer sudah berlangsung ratusan tahun, dan sekarang menjadi populer dengan adanya Caganer tokoh-tokoh ternama seperti Obama dan Sarkozy.

3. KFC, Jepang

Jepang punya kuliner yang sangat kaya. Tapi tahukah Anda, kuliner apa yang mereka makan saat malam Natal? Kentucky Fried Chicken alias KFC!

Menjadikan KFC sebagai menu makan malam Natal adalah tradisi bagi sebagian orang Jepang. Jadi jangan heran kalau Anda masuk ke gerai KFC, dan mereka sedang sangat sibuk menjelang malam Natal.

4. Pie dan bir, Irlandia

Tradisi Natal di Irlandia cukup unik. Mereka menyantap pie dan minum bir saat malam Natal, tentunya bersama keluarga. Tapi tak semua pie dan bir itu dihabiskan.

Warga Irlandia meninggalkan beberapa potong pie dan sebotol bir Guinness untuk makanan Sinterklas. Bisa dibilang, itu 'sesajen' untuk Santa.

5. Buang sepatu, Republik Ceko

Tiap Natal, wanita jomblo di Republik Ceko punya tradisi unik untuk mengetahui apakah mereka akan menikah di tahun mendatang. Membelakangi pintu rumah, mereka membuang salah satu sepatu ke belakang bahu.

Kalau sepatu itu mendarat pada bagian tumit menghadap pintu, tandanya ia akan tetap menjomblo tahun depan. Tapi kalau bagian depan sepatu yang jatuh menghadap pintu, tandanya ia akan pindah dari rumah orang tuanya dan mulai mempersiapkan pernikahan.

6. Menyembunyikan sapu lidi, Norwegia
Orang Norwegia percaya, roh jahat dan penyihir akan datang saat Hari Natal dan mencuri sapu lidi untuk mereka terbangi di angkasa. Oleh karena itu, tiap hari Natal, semua sapu lidi dan semua peralatan bersih-bersih lainnya disembunyikan.

Tak hanya itu, para pria harus menembakkan senapan mereka di luar rumah untuk menakuti para penyihir yang datang.


Monday, December 2, 2013

Yang Suka Jepang Harus Tau nih, 6 Aturan Makan di Restoran Jepang

Jepang tak pernah habis diulik. Sederet kuil kuno menjadi daya tarik bagi wisatawan. Begitu juga dengan tradisi kuno leluhur yang masih kental terasa. Entah itu cara berpakaian, kesenian, atau juga budaya minum teh.

Untuk urusan kuliner, Negeri Sakura ini punya pakem unik. Rasa otentik yang disertai aturan khusus bersantap. Jika Anda berencana melancong ke sana, seperti dikutip rocketnews, tak ada salahnya menyimak aturan makan yang berlaku di restoran Jepang.

Berteriak Panggil Pelayan
Mungkin ini terdengar kurang sopan. Tetapi di Jepang, pelayan tak akan menghampiri jika Anda tidak memanggilnya cukup keras.

Gelas Kecil
Gelas yang digunakan untuk menyuguhkan air mineral seukuran sloki. Anda tak perlu sungkan meminta pelayan untuk terus meminta pelayan menuangkan air.

Makan Bersama
Yakiniku atau sukiyaki yang disajikan dalam satu mangkuk besar ditujukan untuk dinikmati bersama-sama. Biasanya para penikmat menggunakan sumpit masing-masing untuk menyantap langsung hidangan dari mangkuk.

Ucapan Terima Kasih
Jangan lupa untuk mengucapkan terimam kasih pada orang yang mentraktir. Mereka yang membayar tagihan bisa sangat marah jika tidak diberi ucapan terima kasih.

Tak Perlu Uang Tip
Memberikan tip adalah salah satu cara mengapresiasi pelayanan restoran tersebut, tetapi hal itu tidak berlaku di Jepang. Jika Anda meninggalkan uang tip, pelayan akan mengembalikan, karena mengira uang tersebut tertinggal.

Tidak Ada Kata menunggu
Jangan salah paham jika sajian yang sudah Anda santap akan langsung bereskan meskipun rekan di sebelah belum menghabiskan hidangannya. Hal ini dilakukan karena restoran di Jepang mengutamakan pelayanan cepat dalam menyajikan hidangan, tanpa harus menunggu.

Thursday, October 31, 2013

5 Tradisi Kematian yang Cuma ada di Indonesia

Indonesia punya banyak tradisi unik, termasuk soal kematian. Beda suku dan daerah, beda lagi tradisi kematiannya. 5 Tradisi kematian ini misalnya, cuma ada di Indonesia.

1. Tidak mengubur jenazah (Bangli, Bali)

Kalau mayoritas masyarakat Bali melakukan ritual Ngaben saat kematian seseorang, lain halnya dengan warga Kabupaten Bangli. Mereka membiarkan tulang-tulang jenazah berserakan di Kuburan Trunyan, yang berada di salah satu sisi Danau Batur.

Meski tulang-tulang tergeletak di banyak tempat, tak ada bau bangkai tercium. Ini karena Taru Menyan, pohon yang jadi asal-usul nama Trunyan. Konon, akar pohon yang menjalar ke sudut-sudut Kuburan Trunyan menghilangkan bau bangkai pada mayat.

2. Rambu Solo (Toraja, Sulsel)

Rambu Solo adalah upacara kematian khas Suku Toraja, Sulawesi Selatan. Ini adalah pesta yang digelar sebagai tanda penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah pergi. Usai melewati serangkaian acara, jenazah diusung menggunakan Tongkonan menuju makam yang berada di tebing-tebing dan gua.

Dalam upacara Rambu Solo, dibuat boneka kayu yang sengaja dibuat mirip dengan orang yang meninggal. Boneka itu kemudian diletakkan di tebing, dekat si jenazah.

3. Brobosan (Jawa Timur)

Brobosan adalah upacara kematian yang biasa dilakukan masyarakat Jawa Timur. Seluruh anggota keluarga mendiang berjalan mengitari bawah keranda jenazah yang diangkat.

Mereka melakukan hal ini untuk menghormati mendiang dan mengenang semasa hidup. Mereka mengitari keranda sebanyak 3 kali, sebelum akhirnya dibawa ke liang lahat.

4. Saur Matua (Sumatera Utara)

Saur Matua adalah upacara penghormatan yang dilakukan masyarakat Batak. Upacara ini hanya dilakukan kalau anak-anak dari mendiang telah menikah seluruhnya. Saur Matua dilakukan sebagai penghormatan karena mendiang telah berhasil mendidik putra-putrinya sampai menikah.

Kalau biasanya tangan mendiang diletakkan di depan dada, lain halnya dengan Saur Matua. Khusus ritual ini, tangan mendiang diletakkan di samping badan.

5. Ngaben (Bali)

Upacara kremasi jenazah biasa dilakukan oleh masyarakat Hindu dan Tionghoa. Di Bali, upacara kremasi atau pembakaran ini disebut Ngaben. Yang membedakan Ngaben dengan upacara kremasi lain adalah rentetan prosesi dan ritual, termasuk adanya 'Bade' dan 'Lembu'.

'Bade' dan 'Lembu' terbuat dari kayu, kertas warna-warni, dan bahan-bahan lainnya. 'Bade' dan 'lembu' ini menjadi tempat jenazah yang nantinya akan dikremasi.
source

Friday, June 14, 2013

Menikmati Seni Dan Budaya Sunda Di Kota Kembang


Masih pada betah nih kayaknya jalan-jalan di Bandung? Setelah kemarin menikmati Bandung dari atas kota, kali ini yuk kita wisata seni & budaya ke Kota Kembang ini. Berikut tempat-tempat yang recommended untuk kamu kunjungi.

1. Bale Seni Barli


Bale ini terletak di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Di BSB kamu tak hanya dimanjakan oleh karya-karya seni di galeri yang disediakan, tapi kamu juga bisa mengikuti workshop membuat batik celup ikat, melukis di media kaca, sampai dengan gerabah dan kanvas. Selain itu pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan angklung interaktif dari para musisi angklung lokal.

2. Kampung Wisata dan Seni Manglayang


Berada di Kecamatan Cileunyi, kampung ini menyajikan pertunjukan seni yang berbeda setiap malam Minggu. Mulai dari Wayang Golek, Seni Benjang, Tari Ketuk Tilu, sampai ke pertunjukan modern seperti nyanyian pop Sunda. Selain itu di sini pengunjung juga bisa menikmati makanan khas Sunda seperti bengkerok, keripik singkong, peyeum, dan rangginang.

3. Taman Budaya Dago


Kalau yang satu ini namanya sudah cukup terkenal, terutama di kalangan remaja Bandung. Awalnya bernama Dago Tea House dan sempat menjadi tempat nongkrong remaja Bandung. Di dalamnya terdapat galeri seni, teater terbuka, dan juga workshop untuk kegiatan kreatif. FYI, venue ini sering digunakan sebagai tempat konser musisi luar negeri, lho.

4. Bumi Alit Kabuyutan


Bagi penggemar suasana tradisional pasti bakalan suka sama kampung ini. Gimana nggak, di dalamnya terdapat rumah adat Sunda yang sudah berusia cukup tua. Selain itu ada juga peninggalan leluhur Sunda masa lampau seperti pusaka kujang dan gamelan. Kampung Kabuyutan ini dapat kamu kunjungi di Desa Lebakwangi - Batu Karut Kecamatan Arjasasi.

5. Kampung Adat Cireundeu


Sebagian besar warga di sini mengonsumsi beras singkong sebagai makanan pokoknya. Sebagai kampung adat, warga Cireundeu masih teguh menjalankan nilai-nilai leluhur. Mayoritas warganya pun masih menganut Sunda Wiwitan. Mereka juga sangat sadar terhadap lingkungan, salah satunya dengan melakukan manajemen pemanfaatan lahan yang sistematik.

Unik-unik, kan? Sudah siap untuk jalan-jalan lagi? Hehe…



Sumber : http://www.mindtalk.com/ch/IDEAVOLUTION#!/post/51ba9511f7b73026c0000175

Friday, April 12, 2013

Tradisi Aneh, Lempar Kambing dari Menara


Salah satunya adalah festival melempar kambing. Setiap tahunnya pada pekan keempat di bulan Januari, masyarakat dari kota kecil bernama Manganeses de la Polvorosa akan berkumpul untuk mengikuti festival ini sebagai tanda kehormatan di St Vincent de Paul.

Festival ini telah berlangsung begitu lama dan tidak ada seorangpun yang tahu kapan dimulai. Festival ini akan melibatkan seorang anak muda yang menemukan kambing di desa, kambing lalu diikat, dan kemudian dibawa naik ke bagian atas menara tempat lonceng bergantung.

Lalu, mereka akan menjatuhkan kambing dari ketinggian lebih dari 50 kaki di mana kambing itu (mudah-mudahan) tertangkap oleh penduduk desa yang memegang lembar terpal. Tak jauh berbeda memang dengan tradisi lempar bayi yang ada di India, perbedaan hanya terletak pada objek yang dilemparnya saja.

Sebenarnya, aparat pemerintahan setempat telah melarang kegiatan ini namun nyatanya hingga kini festival ini masih terus berlanjut. Berbagai lembaga penyayang binatang mengeluhkan tentang hal ini, tetapi tetap saja ritual dijalankan.