Showing posts with label Air Terjun. Show all posts
Showing posts with label Air Terjun. Show all posts

Sunday, December 15, 2013

Keindahan Air Terjun Beku Hukou di China

Saat musim salju menyelimuti bumi, beberapa destinasi wisata akan bersolek diri mempercantik parasnya. Bukan hanya negeri-negeri Eropa yang tawarkan pemandangan salju menarik, China pun memiliki suguhan luar biasa untuk wisatawan.

Musim dingin di China berlangsung bulan November hingga Maret. Dalam rentang waktu tersebut, sungai yang berada di wilayah Shaanxi ini dipadati pengunjung. Semuanya berbondong-bondong ingin melihat ketakjuban Air Terjun Hukou.

Air sungai berwarna kuning kecokelatan tampak mengalir deras dari sebuah sungai. Sesuai dengan warna yang dihasilkannya, sungai itu disebut sebagai Sungai Kuning.

Ada sesuatu yang istimewa di sini, ketika musim dingin tiba, air akan membeku membentuk sebuah lanskap yang indah. Pembekuan akan terjadi jika suhu mencapai -10 derajat celsius.

Belum puas melihat barisan es yang menghiasi sebuah sungai. Ketika langit cerah, kabut-kabut di sekitar air terjun akan dibiaskan oleh sinar matahari. Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu, yakni munculnya lengkungan pelangi yang sangat indah.

Sungai Kuning sendiri merupakan sungai terbesar di China, lebar sungai bervariasi tergantung musim. Biasanya sekitar 30 meter namun ketika banjir menghadang, lebarnya bisa mencapai 48 meter. Yang lebih unik, air sungai akan menyempit sekitar 10 meter ketika terjun. Pemandangan terlihat seperti air yang dituangkan dari sebuah teko.


Sunday, November 17, 2013

Air Terjun Darah di Bagian Terbeku di Bumi


Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar 'air terjun darah'? Ya, sebuah terjun di Antartika mengeluarkan air berwarna merah dan pekat seperti darah. Namanya Blood Falls, dan ukurannya cukup besar!

Waktu itu tahun 1911, ketika para ahli geologi menemukan air terjun unik dan misterius di Antartika. Air terjun ini mengeluarkan air berwarna merah darah. Letaknya tepat di ujung gletser Taylor, McMurdo Dry Valleys, Antartika. Air terjun itu kemudian disebut dengan Blood Falls.

Para peneliti kemudian berasumsi, warna merah tersebut berasal dari ganggang. Namun penelitian dari tahun ke tahun membuktikan, warna merah tersebut berasal dari banyaknya zat besi yang terkurung di balik gletser tersebut.

Mengutip Washington Post, lima juta tahun yang lalu tempat ini merupakan danau air tawar. Namun permukaan air laut meninggi dan menutupi Benua Antartika. Danau tersebut pun terperangkap di bawah air asin yang membeku.
Mikroorganisme di dalamnya kemudian hidup tanpa cahaya, minim oksigen dan cahaya matahari. Inilah yang menjadikan danau purba itu penuh zat besi, yang kemudian mengalir lewat Blood Falls.

Secara ilmiah, keberadaan Blood Falls membuktikan kemungkinan adanya kehidupan di kondisi paling ekstrem sebuah planet. Meskipun, belum terbukti apakah bisa terjadi di planet atau bulan lain.
source